Kondisi Pendidikan di Indonesia dari Tinjauan Psikologi

Dua tahun ini Indonesia terserang wabah Covid-19 yang mana virus ini juga merebak ke semua negara dipenjuru dunia. Selama pandemi ini berlangsung menyebabkan semua aspek kehidupan terpaksa menyesuaikan situasi, salah satunya pendidikan. Sehingga hal ini mengakibatkan pembelajaran harus dilakukan secara daring. ¹Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyatakan bahwa sudah menyusun kurikulum darurat untuk situasi pandemi Covid-19. Nadiem juga menjelaskan bahwa kurikulum darurat akan lebih fokus terhadap kompetensi esensial dan kompetensi prasayarat, selain itu pengajar tidak perlu memenuhi beban kerja 24 jam agar pembelajaran lebih interaktif.


https://sinarjateng.pikiran-rakyat.com/jawa-tengah/pr-1001221445/batang-masuk-zona-merah-pembelajaran-daring-kembali-diperpanjang

Dengan kebijakan tersebut menunjukkan adanya dampak positif dan negatif. Pembelajaran jarak jauh membuat para siswa berada di rumah, tidak berangkat atau pergi ke sekolah. Karena hal ini bukan hanya berdampak pada fisik saja, tetapi juga kondisi psikologis anak. ²Pada umumnya tidak semua anak mempunyai kemampuan yang sama, sehingga dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis. Sedangkan masih banyak para pendidik tidak paham dalam menggunakan fasilitas daring sebagai media pembelajaran. Banyak siswa mulai merasa tertekan oleh banyaknya tugas yang diberikan para pendidik yang masih kurang memperhatikan kognitif, afektif dan psikomotorik anak.

Mekanisme belajar di rumah sungguh amat berbeda dengan metode di sekolah. Keterkaitan emosional anak dengan guru dan juga sesama teman sekelas. Mereka kehilangan panggung bermain sekaligus panggung berinteraksi antar sesama teman sebaya. Hal ini pun yang menyebabkan banyaknya kesehatan mental anak-anak meningkat secara mengkhawatirkan. Lonjakan kasus bunuh diri berusia dari mulai 8 tahun kerap kali sering terdengar. Penyebabnya dikarenakan siswa tertekan akibat tugas, kesepian, bahkan kemungkinan anak-anak mengalami kecanduan kronis pada perangkat ponsel, sehingga emosi mereka menjadi tidak stabil. 




 

¹Adhi Wicaksono (editor), Kurikulum Darurat (CNN Indonesia) 
²Narwan Sastra Kelana (editor), Dampak Pandemi Covid-19 Pengaruhi Psikologi Bagi Pendidikan Anak